Posts

Dari -aku-

Image
Aku menerima matamu sebagai kejutan dari Tuhan Jika tak sempat kunikmati mata itu berulang kali, Biar hanya bayangannya yang menjadi prasasti Bahwa antara aku dan kamu pernah sengaja dipertemukan Aku menerima matamu sebagai hadiah dari Tuhan Atas ganti mata orang lain yang tiap kali mengingatnya membuatku luka Jika hadiah itu hanya sekedar dititipkan Setidaknya biar matamu itu menjadi penghapus atas bayangan mata orang lain Dan menjadi isyarat Bahwa masih ada bahagia yang harus kunikmati di dunia ini Berawal dari sebuah candaan dan ketidaksengajaan aku mengetahui dirimu sejak lama Secara diam-diam aku hanya bisa melihat foto-foto yang itu-itu saja

Kepada Temanku

Image
Selamat pagi, Temanku… Untukmu yang hari ini memulai langkah baru. Apa kabar? Sudah lama rasanya aku tidak menyapamu dengan nada bicara yang ramah. Mendengar dirimu sudah mulai menemukan kehidupanmu yang lebih baik, mataku berbinar-binar. Aku membayangkan dirimu berdiri dengan gagahnya sebagai seseorang yang memiliki kedudukan, berdiri dengan badan tegap penuh percaya diri.

Pesona Fahri 'Fedi Nuril' Dalam Film AAC 2

Image
Melongo aja masih mempesona lho... (Google) Mengapa sosok Fahri bisa menjadi begitu memikat dalam film AAC 2? Mungkin karena beberapa hal ini.

Ayat-Ayat Cinta (Semesta) 2: Sebuah Kritik

Image
Cover AAC 2 (Google) Kehadiran film ayat-ayat cinta memang sudah lama dinantikan penontonnya. Terbukti, dalam beberapa hari saja sudah jutaan orang yang menonton. Bahkan hingga tayang di Malaysia dan Singapura. Keberhasilan penulis dan tim penggarap film ini patut diapresiasi, namun, ada beberapa komentar penonton yang sedikit mengecewakan.

Dosa Tanpa Jeda #1

Image
Pixabay “kalau abah tidak mengizinkan saya jadi pelacur, baik! Arini akan pergi dari rumah!” “Arini!!!” bentak abah. “Silahkan keluar, dan jangan cari abah hingga di surga!!!” sambil menunjuk pintu Arini berlari keluar, ia berhenti sejenak di depan pintu, menoleh kembali wajah abah yang memerah memendam amarah, dan umi yang menangis tersed-sedu di samping suaminya. Arini melihat lantai marmer itu sekali lagi, menamatkan pandangannya pada dinding-dinding rumahnya yang hangat, menikmati aroma masakan umi, menatap kenangan masa kecilnya yang berputar di rumah ini. Selangkah lagi dia akan keluar dari rumahnya sendiri, dan tak akan mungkin pernah kembali. Sedang di luar pintu, ratusan santrinya membungkam mulut mereka, ada yang sebagian menangis, acuh, ada yang berbisik menghina. Mereka semua tabungan surganya abah, kepergiannya tak akan menimbulkan deficit ganjaran abah sedikitpun. Tekadnya bulat, tanpa menghadap ke belakang, sambil menutup mata, ia tarik jilbabnya hingga te...

Nurul Furqon Dalam Bingkai Mataku

Image
Banyak kejadian dramatsi akhir-akhir ini membuatku ingin menuliskan banyak hal. Well, tapi bukan itu yang hendak aku tulis di sini. Sedikit aku akan bercerita tentang rumah kedua ku yang tersayang. Nurul furqon.

Panglima

Image
7 TANTANGAN MENULIS - DAY-7   Aku memanggilmu panglima Yang meluluhkan hati tanpa sebilah pedang Melumpuhkan perasaan hanya dengan senyuman Tak pernah ku tahu bagaimana akhirnya bisa jatuh di pelukanmu Sejak perkenalan kita di sebuah dunia yang tak ku tahu sebutannya apa Aku tahu hatiku akan luluh, hanya menunggu waktu Namun hingga musim hujan berganti salju Tak jua ku dapati dirimu di hadapanku Hingga suatu ketika aku bertekad menemuimu Hanya untuk menyampaikan kata rindu Tapi sunggu lidahku keluh Tak dapat lagi mengucap sepatah kata Hanya bahagia yang mendekapku tatkala dirimu di hadapanku Tapi, rupanya itu hanya mimpi panglima, Kita tidak pernah bertemu Raungan rinduku tak pernah menembus hatimu Jeritan tangis dalam penantianku tak pernah menyadarkanmu Aku memanggilmu panglima Yang tak memiliki amunisi untuk memperjuangkan cintanya Karena hatinya telah dikalahkan dunia **** Aku ingin mendapatkan buku terbarunya M. ...