Posts

Showing posts with the label Curhat

It's Not a Fairy Tale

Aku tidak tahu mau memulai tulisan ini dari mana, tapi aku mau mengucapkan terima kasih untuk siapa saja yang telah menjadi tokoh dalam kisah asmaraku selama lima tahun terakhir. Bahkan aku tidak menyangka akan mengenal nama-nama itu. Tidak pernah kuminta mereka untuk hadir, pun tak pernah kuminta Tuhan menyemai benih di hatiku atas nama-nama itu. Semua terjadi begitu saja. Terkadang aku memaksa agar Tuhan menghentikanku pada satu nama itu dan cerita berakhir bahagia. Namun, ini bukan fairy tale yang selalu diakhiri dengan kalimat “ they live happily ever after ”. Setiap cerita selalu berakhir indah meskipun tak selalu bahagia. Iya, kan? Perihal kisah terakhir yang awalnya kukira akan berakhir bahagia  pun nyatanya juga berakhir dengan luka. Terkadang, soal hubungan dalam taraf yang serius kendalanya bukan hanya kita suka atau tidak suka. Prinsip, pandangan hidup, loyalitas, tanggung jawab, dan restu orang tua menjadi variabel-variabel penting yang tak bisa kita abaikan begitu s...

Sepi, Jemput Aku Pulang

Image
Sepi, Jemput Aku Pulang dan sesungguhnya cinta, Tak ada yang lebih sepi dari kesepian itu sendiri Saat tak banyak orang yang mendengar suara rintihan kita Pada saat yang sama bumi enggan bersuara, angin enggan berdesir Sedang ragamu telah menjadi fosil Dan kenanganmu telah terurai menjadi setumpuk abu Tatkala aku termenung, Menyadari bahwa esensi kesetiaan hanyalah kesengajaan yang dibuat dengan keterpaksaan Bahwa janji tak selamanya harus ditetapi Karena hidup tak selamanya harus berjalan sesuai rencana Kau dimana? Jauh Lenguhku tak sampai pada telingamu Jangkaku tak sampai pada titikmu Sedang suaraku hanya samar terdengar dari atas bukit masa lalu yang lapuk Rusak tak terurus Ingin sekali lagi kumenggenggam tanganku Agar bukan hanya matamu yang kubayang Agar bukan hanya suaramu yang terngiang Agar kefanaan menisbikan dirinya  sendiri dan dapat kulihat nyata wujudmu gagah meenatap matahari Jemput aku pulang Kembalikan aku pada keniscayaanku Sebel...

Kepada Temanku

Image
Selamat pagi, Temanku… Untukmu yang hari ini memulai langkah baru. Apa kabar? Sudah lama rasanya aku tidak menyapamu dengan nada bicara yang ramah. Mendengar dirimu sudah mulai menemukan kehidupanmu yang lebih baik, mataku berbinar-binar. Aku membayangkan dirimu berdiri dengan gagahnya sebagai seseorang yang memiliki kedudukan, berdiri dengan badan tegap penuh percaya diri.

Nurul Furqon Dalam Bingkai Mataku

Image
Banyak kejadian dramatsi akhir-akhir ini membuatku ingin menuliskan banyak hal. Well, tapi bukan itu yang hendak aku tulis di sini. Sedikit aku akan bercerita tentang rumah kedua ku yang tersayang. Nurul furqon.

Amazing Girl!

Image
7 HARI TANTANGAN MENULIS - DAY 5 I’m sure that I was born to be amazing girl !!! Mungkin kalimat itulah yang membuat diriku menjadi over PD dan kadang suka seenaknya sendiri. Orang-orang di sekitarku selalu mengatakan bahwa aku adalah sosok yang ceria, sosok cerewet, humoris, dan suka nyeplos aja kalau berbicara. Ya, karakter terakhir itulah yang kadangkala membuat orang lain rishi, bahkan mungkin pernah tidak sengaja tersakiti hatinya. Menjadi anak Malang, mungkin memang identik dengan berbicara kasar, keras, blak-blakan, dan berbicara tanpa tedeng aling-aling alias blak-blakan. Itu juga yang pada akhirnya mempengaruhi gaya bicaraku. Seringkali tanpa sadar, aku mengeluarkan kalimat yang menurut orang lain itu ‘kasar. Dulu aku orang yang pemarah, tapi, setelah mendapat berbagai nasihat, aku dapat sedikit meredam emosiku. Namun, seringkali watak ini keluar jika aku sedang dalam tekanan tinggi. Jika sudah dalam mood yang buruk, aku menutup mulut rapat-rapat, dan menatap or...

Teman Sosmed = Orang Asing ???

Image
7 HARI TANTANGAN MENULIS - DAY 4 Google Berbicara soal teman di media sosial, aku jadi teringat kutipan dalam kumcer karangan Farida Susanti “Tidak ada orang asing di dunia ini,” kalimat itulah yang akhirnya mengantarkanku pada pertemanan dengannya. Orang asing yang membuktikan bahwa kalimat itu benar adanya.

Sosok Idamanku

Image
7 HARI TANTANGAN MENULIS - DAY-3 Source: Google Jika ditanya karakter seseorang seperti apa yang aku sukai. Pasti baka aku jawab, semua karakter orang itu unik dan membawa kesan sendiri-sendiri. tapi, baiklah akan aku jawab tiga diataranya.

Dua Sisi yang Saling Melengkapi

Image
7 HARI TANTANGAN MENULIS-DAY 2 Orang-orang tahu kami selalu bersama. Dimanapun ada saya, di situ pasti ada Nana. Bagai tumbuk dengan tutup, bagai sepsang sandal yang tak terpisahkan. Aku mengenalnya sebagai gadis bersuara bagus saat kami menjadi siswa baru di salah satu SMP di kotaku. Gadis berperawakan kurus tinggi ini memang sosok yang ramah dan mudah beradaptasi. Dia mengambil hati banyak orang dalam waktu sekejap. Penampilan kami hampir bertolak belakang. Aku gemuk, pendek, dan sangat susah untuk berbaur dengan orang-ornag baru. Tapi, bersama nana aku terasa lengkap, dia menyelamatkanku dari kekauan. Tiga tahun duduk di bangku yang bersebelahan saat SMP, rupanya cukup membuat aku dan Nana semakin dekat. Kami mengikuti banyak ekstrakurikuler yang sama. Mulai dari OSIS, jurnalis, pramuka, Go Green, dan masih banyak lagi. Ketika hendak masuk ke jenjang yang lebih tinggi, sebenarnya kami memiliki pilihan sekolah yang berbeda. Sayangnya, takdir pada akhirnya melemparkan kita ...

Ramadlan ala Pondok'an VS Rumahan

Image
Ramadlan tahun ini (1438) H terasa berbeda bagiku, of course. Ini pertama kalinya menghabiskan ramadlan di tanah rantau. Menyandang status santri dan buka sahur bersama setiap hari. Euforia menyambut ramadlan sangat terasa ketika berada di pondok. Segala sesuatu kita persiapkan jauh-jauh hari. Mulai dari membiasakan diri bangun shalat malam, membersihkan pondok secara menyeluruh (Ro’an Akbar), menyiapkan mental untuk menghadapi jadwal ngaji yang berlipat-lipat, dan banyak lagi. Ketika ramadlan tiba, rasa haru sempat menyelimuti diriku. Home sick pastilah. Biasanya sahur buka selalu diladeni ibu, sekarang harus nyiapin semuanya sendiri. Kebetulan, aku tidak mengikuti sepuluh hari pertama, karena ada jatah bulanan. Jadi, aku hanya merasakan bahwa ramadlan waktu kita mengaji lebih banyak, itu saja. Barulah setelah hari ke sebelas. Aku merasakan betapa luar biasa ramadlan di pondok. Bayangkan saja, kita harus naik-turun dari lantai 4 ke lantai 1 kurang lebih 7-8 kali sehari. Mula...

Cintaku Untuk Mas Huda

Image
Sudah tiga tahun hubungan ini berjalan, tapi hanya begini-begini saja. Ibarat seorang anak, 3 tahun sudah saatnya dia mulai berlari, berbicara, bahkan masuk pra sekolah. Tapi, hubungan kita masih mulai belajar duduk. Masih belajar saling memahami. Lebih tepatnya, aku yang tak pernah memahamimu sepenuhnya.

Sajakku yang Hilang

Image
Kemana hialngya sajak-sajak itu? Sudah kucari di mana saja tak kutemukan. Sudah kutelusuri jalanan panjang namun tak jua kuketahui keberadaannya. Kemana hilangnya sajak-sajak itu? Telah kukumpulkan sajak-sajak cinta itu sejak puluhan tahun lalu. ketika aku masih mengerti rasanya jatuh cinta. Ketika aku masih merasakan nikmatnya rindu. Ketika aku masih mendengar bising rayuan setan untuk menyentuh dirimu. Sajak yang aku tulis di setiap malam-malam panjang sebari meneguk segelas kopi yang selalu ku sukai aromanya. Di bawah sinar lampu yang kuredupkan, dan headset yang terpasang di telinga mengalunkan nada-nada sendu menghidupkan kerinduan yang menggebu. Di sanalah sajak-sajak itu terlahir. Dari embrio bernama cinta yang aku sendiri tak tahu siapa ayah dan ibunya.

Gadis Cantik Dengan Lika-liku Kehidupannya

Image
Isa (dua dari kanan) bersama teman-temannya :) “Awwaluhu, aku selalu mikir impian itu adalah segalanya. Sebelum aku melewati sekian drama kehidupan ini…”  Isaatus Sa’adah. Dia adalah teman saya semenjak saya masuk XH. Gadis yang akrab dipanggil Isa ini adalah sosok wanita cantik yang kalem dan menawan. Bisa dibilang, dia adalah gadis paling cantik di kelas saya waktu itu.

Sosok Imut yang “Super”

Image
Teman saya yang akan saya ceritakan kali ini adalah Alvy Arimmatul Hamim. Di MAN Gondanglegi, semua pasti mengenal Alvy. Sosok ciwi ginuk-ginuk yang imutnya minta ampun. :D :D

At-takrir Chashola Takhsil ~ Pengulangan Membuahkan Hasil

Image
Setiap orang memiliki pilihan sendiri, namun, belum tentu pilihannya itu menjadi kepastian yang diberikan oleh Tuhan. Begitulah kiranya gambaran dari kisah teman saya yang yang satu ini. Yukha Afina Firdausiyah, panggilan akrabnya Yukha atau sebut saja dia Yayuk. Pertama kali mengenalnya ketika kelas X dan kebetulan kita satu bangku. Mulanya, gadis canti asal Turen ini berniat melanjutkan pendidikan SMA nya di Al Munawariyah, yayasan tempat dia sekolah SMP dahulu. Namun, ayahnya justru mendaftarkannya di MAN Gondanglegi. Dia bilang, tidak tahu menahu urusan pendaftaran. “Aku mah nurut aja,” begitu katanya. Begitu masuk di MAN, sama halnya dengan pengalamanku dahulu, dia juga terkejut ditempatkan di XH. The surprised thing yang nggak pernah kita duga sebelumnya.

Syndrom Maba

Image
Hai Readers, now I want to tell you about my new experience in university ( http://www.um.ac.id/ ) for last five days. Buat Kalian yang sudah jadi sarjana, atau sedang menjadi mahasiswa aktif (bukan maba), pasti juga mengalami hal-hal yang aku dan teman-teman maba alami selama beberapa hari terakhir ini.

Almamater baru (Edisi Revisi)

Image
Apa kabar Dunia? Apa Kau masih baik-baik saja hari ini? Lebih baik dari kemarin atau justru memburuk? MABA UM 2016 S1 Bahasa dan Sastra Indonesia PKKMB hari ke-1 Pagi ini tidak ada hal terindah yang bisa ku lihat selain senyum indah di wajah bapakku. Aku sudah hijrah ke pondok pesantren di Kota Malang sejak akhir Juli lalu. karena aku harus masuk PKKMB pukul 6.30, dengan senang hati bapak rela menjemputku dari pondok dan mengantarku ke kampus. Awalnya aku berudsha menolak. Khawatir kalau beliau kelelahan PP setiap pagi Malang – Sidorejo. Tapi, mau bagaimana lagi, beliau memaksa. Aku pun mengiyakan.

Lembar-lembar Terakhir (Part Terakhir)

Image
7 Mei 2016 Pengumuman Kelulusan! Hari itu aku sama Nana bener-bener terkejut ketika tahu temen-temen pakai rok seragam warna putih. Kita udah PD aja gitu datang pakai rok bebas, untungnya warnanya sama-sama abu-abu. Kok bisa salah kostum? Kata temen-temen itu pemberitahuannya dadakan, lewat pesan broadcast BBM, sialnya kita sama-sama off BBM. Nggak ada yang sms juga. Sempet worried sih, tapi, yaudahlah. Pikirku, nggak mungkin juga disuruh pulang. Kita bener-bener nggak tahu. Bapak kesiswaan yang baik hati dan penyayang tidak mungkin tega marahin kita yang masih imut-imut ini kan? Hehe :D pokoknya pagi itu sudah cukup bikin mood kita hancur. Jadi, untuk pembelajaran, lain kali kalau sebar info lewat sms juga ya, Kasihan temen-temen Kalian yang nggak on di sosmed. Toleransi berteknologi ya! :D Bibi dan Nana,, Kita nggak salah kostum kok pas wisudah :D Siang hari, pengumuman pun dibagikan. Dag-dig-dug banget lah. Apalagi sebelum amplop dibagikan Bu Muyas sudah bilang kalau nila...

Lembar-lembar Terakhir (part 5)

Image
29 Agustus 2013 Hari itu aku ikutan acara perkenalan tim mading 3D. Tim mading 3D itu memang tim bongkar pasang. Bisa dibilang, terbentuknya itu atas dasar langsung ‘comot’dan kita action kalau pas ada lomba aja. Saat itu aku diajak sama Mas Fadhil. Atas dasar apa ya? I don’t know. Mungkin karena aku udah pernah juara mading 3D waktu MTs dulu. Kalau nggak gitu ya rekomendasi dari rekan-rekan :D what everlah.

Lembar-lembar Terakhir (Part 3)

Image
Aku pernah memiliki impian yang bisa dibilang ambisius dan tak tahu tujuannya apa. Apa itu? Menjadi pimred mandagi. bersama redaktur OASE periode 2013 - 2014 Yaps, percaya nggak percaya, Kalian harus percaya. Dulu, waktu MTs, aku juga wartawan sekolah. Awalnya hanya ikut-ikutan temen sekelas. Jurnalistik itu apa aku juga tidak tahu menahu. Pokoknya waktu itu di kelas banyak yang ikut, ya udah aku ikut. Tapi, siapa sangka justru yang ikut-ikutan ini jadi kecantol beneran. Di tengah perjalanan, banyak temenku yang mengundurkan diri, hingga akhirnya saat kelas delapan, aku terpilih jadi pimred (karena nggak ada lagi yang bisa dipilih :D)

Lembar-lembar Terakhir (Part 2)

Image
MAN GONDANGLEGI, Juli 2014 Siswa kelas X yang naik kelas XI berebut melihat papan pengumuman yang terpasang di mading sebelah UKS pagi itu. Begitu pula dengan diriku, saat itu aku berlari bersama Yukha untuk melihat berada di jurusan apa nama kita. Sesuai harapan, aku diterima di jurusan bahasa. Dari XH, hanya aku saja yang berada di sana. Teman-temanku yang lain ada di jurusan IPS, Agama, dan sebagian besar di IPA. Yukha, teman sebangkuku - yang mulai aku sayangi - masuk IPA 1, aku masih ingat betul betapa ekspresinya menggambarkan keraguan. Seperti sebuah ketakutan untuk memasuki jurusan barunya. Dia pernah bilang padaku bahwa dia berharap bisa masuk jurusan IPS, meskipun di pilihan pertamanya adalah IPA. But , takdir berkata lain, dia harus menjalani hari-hari berikutnya di kelas IPA 1. Hari itu juga, kita berpelukan menangis mengucapkan kata perpisahan, dan saling mendoakan semoga kita nyaman berada di kelas baru kita. Selamat tinggal XH, selamat tinggal teman-teman, selamat...