Posts

Showing posts with the label Kisah

It's Not a Fairy Tale

Aku tidak tahu mau memulai tulisan ini dari mana, tapi aku mau mengucapkan terima kasih untuk siapa saja yang telah menjadi tokoh dalam kisah asmaraku selama lima tahun terakhir. Bahkan aku tidak menyangka akan mengenal nama-nama itu. Tidak pernah kuminta mereka untuk hadir, pun tak pernah kuminta Tuhan menyemai benih di hatiku atas nama-nama itu. Semua terjadi begitu saja. Terkadang aku memaksa agar Tuhan menghentikanku pada satu nama itu dan cerita berakhir bahagia. Namun, ini bukan fairy tale yang selalu diakhiri dengan kalimat “ they live happily ever after ”. Setiap cerita selalu berakhir indah meskipun tak selalu bahagia. Iya, kan? Perihal kisah terakhir yang awalnya kukira akan berakhir bahagia  pun nyatanya juga berakhir dengan luka. Terkadang, soal hubungan dalam taraf yang serius kendalanya bukan hanya kita suka atau tidak suka. Prinsip, pandangan hidup, loyalitas, tanggung jawab, dan restu orang tua menjadi variabel-variabel penting yang tak bisa kita abaikan begitu s...

Sebaris Kata

Image
Untuk Sahabatku yang paling chubby sedunia Terima kasih telah menjadi kuat untuk dirimu sendiri, menjadi akar untuk ibu dan kedua saudaramu, terima kasih telah menjadi daun yang meneduhkan bagi kekhawatiran teman-temanmu.

Perjodohan, Masihkah Relevan? Hati Suhita Menjawab

Image
Banyak sisi yang dapat dijadikan bahan kajian dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis ini. Meski berlatar belakang kehidupan darah biru pesantren, namun penulis hanya menceritakan sebagian kecil saja kehidupan pesantren. Bahkan bisa dikatakan bahwa cerita dalam hanya berfokus pada masa l ah to k oh Gus Biru dan Suhita.

Dosa Tanpa Jeda #1

Image
Pixabay “kalau abah tidak mengizinkan saya jadi pelacur, baik! Arini akan pergi dari rumah!” “Arini!!!” bentak abah. “Silahkan keluar, dan jangan cari abah hingga di surga!!!” sambil menunjuk pintu Arini berlari keluar, ia berhenti sejenak di depan pintu, menoleh kembali wajah abah yang memerah memendam amarah, dan umi yang menangis tersed-sedu di samping suaminya. Arini melihat lantai marmer itu sekali lagi, menamatkan pandangannya pada dinding-dinding rumahnya yang hangat, menikmati aroma masakan umi, menatap kenangan masa kecilnya yang berputar di rumah ini. Selangkah lagi dia akan keluar dari rumahnya sendiri, dan tak akan mungkin pernah kembali. Sedang di luar pintu, ratusan santrinya membungkam mulut mereka, ada yang sebagian menangis, acuh, ada yang berbisik menghina. Mereka semua tabungan surganya abah, kepergiannya tak akan menimbulkan deficit ganjaran abah sedikitpun. Tekadnya bulat, tanpa menghadap ke belakang, sambil menutup mata, ia tarik jilbabnya hingga te...

Nurul Furqon Dalam Bingkai Mataku

Image
Banyak kejadian dramatsi akhir-akhir ini membuatku ingin menuliskan banyak hal. Well, tapi bukan itu yang hendak aku tulis di sini. Sedikit aku akan bercerita tentang rumah kedua ku yang tersayang. Nurul furqon.

Ramadlan ala Pondok'an VS Rumahan

Image
Ramadlan tahun ini (1438) H terasa berbeda bagiku, of course. Ini pertama kalinya menghabiskan ramadlan di tanah rantau. Menyandang status santri dan buka sahur bersama setiap hari. Euforia menyambut ramadlan sangat terasa ketika berada di pondok. Segala sesuatu kita persiapkan jauh-jauh hari. Mulai dari membiasakan diri bangun shalat malam, membersihkan pondok secara menyeluruh (Ro’an Akbar), menyiapkan mental untuk menghadapi jadwal ngaji yang berlipat-lipat, dan banyak lagi. Ketika ramadlan tiba, rasa haru sempat menyelimuti diriku. Home sick pastilah. Biasanya sahur buka selalu diladeni ibu, sekarang harus nyiapin semuanya sendiri. Kebetulan, aku tidak mengikuti sepuluh hari pertama, karena ada jatah bulanan. Jadi, aku hanya merasakan bahwa ramadlan waktu kita mengaji lebih banyak, itu saja. Barulah setelah hari ke sebelas. Aku merasakan betapa luar biasa ramadlan di pondok. Bayangkan saja, kita harus naik-turun dari lantai 4 ke lantai 1 kurang lebih 7-8 kali sehari. Mula...

Ketika Ibuku Penghafal al-Quran sedangkan Aku..

Image
Kisah ini based on true story , pengalaman saya sendiri yang terbit dalam antologi kisah inspiratif penghafal Alquran berjudul Kado Terindah Untuk Abah, terbit: April 2017

Wanita dan Kodratnya

Image
Melihat film kartini, mmebuat saya ingin menuliskan beberapa uneg-uneg yang ada di hati saya, dengan membandingkan realita norma perilaku wanita modern saat ini. Meski eksistensi film ini kalah dengan film-film lain, namun, bagi saya film ini adalah film yang layak diperhitungkan untuk orang-orang yang mencintai budaya jawa.

Cintaku Untuk Mas Huda

Image
Sudah tiga tahun hubungan ini berjalan, tapi hanya begini-begini saja. Ibarat seorang anak, 3 tahun sudah saatnya dia mulai berlari, berbicara, bahkan masuk pra sekolah. Tapi, hubungan kita masih mulai belajar duduk. Masih belajar saling memahami. Lebih tepatnya, aku yang tak pernah memahamimu sepenuhnya.

Aksi Demo Organda Hebohkan Warga Malang

Image
Akhir-akhir ini Kota Malang dihebohkan dengan aksi demo para sopir angkot yang tergabung dalam organda Kota Malang.  Para sopir ini menuntut wali kota Malang,  Abah Anton untuk menghentikan operasi transportasi berbasis online (TBO).  Aksi demo yang dilakukan sopir angkot

Bekal Kehiudupan Adalah Doa

Image
“ Bayarane tukang iso tah gawe nguliahno arek ?” perkataan itu sering kali menusuk telingaku hingga menghujam jantungku. Aku akui, aku memang anak seorang tukang batu dan penjual bakso kecil-kecilan. Hidup kami serba nge-pas. Tapi, meskipun demikian, orang tuaku memiliki kesadaran yang tinggi akan pendidikan anak semata wayangnya ini. Bagi orang tuaku, tidak penting mereka lulusan apa, asal anaknya bisa menjadi sarjana, bahkan profesor kalau bisa. Mereka juga memiliki pedoman bahwa “Sekolah itu tidak untuk mencari kerja, tapi untuk mencari ilmu. Kalau ingin mencari kerja, tidak usah sekolah. Carilah saja pekerjaan.” Hal itulah yang kemudian memacu semangatku untuk melanjutkan pendidikan. Kalau pun ingin bekerja, rasanya percuma. Aku lulusan aliyah yang tidak mengerti seluk-beluk dunia kerja.

Ini Bukan Puisi, Bukan Pula Sajak Anak-anak

Image
Ini bukan puisi, bukan pula sajak anak-anak. Ini adalah barisan kalimat pelipur lara yang kucoba tuliskan untuk menghibur diri yang dilanda sepi Ini bukan puisi, bukan pula sajak anak-anak. Aku pernah terjangkit cinta, dan terjatuh dalam kubangan cinta yang kubuat sendiri Aku pernah merasa sepi di ujung pagi, Pernah tertawa di dalam luka, pernah bahagia di dalam duka Aku pernah menjadi putri yang dipuja, dipuji, Pun pernah dihina, merana Aku terbiasa berbunga-bunga sekalipun tak ada yang menyirami, Aku terbiasa layu ketika diam-diam lebah menyengatku dengan ganasnya, Aku pernah merasakan semua itu. Ini bukan puisi, bukan pula sajak anak-aanak, Aku pernah merasakan tangis yang tawar hingga nanar Aku pernah berendam dalam kerinduan hingga kedinginan Aku pernah mendekur di atas balkon kebimbangan dan keputusasaan Aku pernah, dan aku terbiasa Namun, entah kenapa kini semua terasa berat, Semua yang ku alami seakan berkali lipat bebannya Entah mengaapa ...

Obrolan dengan EP Film 12 Menit Kemenangan Untuk Selamanya

Sebuah keberuntugan ketika siang tadi saya sempat berbincang langsung dengan executive producer (EP) dari film 12 menit kemenangan untuk selamanya melalui grup what’sApp. Ia adalah Bapak Somad Sutedja.  Kebetulan juga film tersebut sempat saya garap menjadi tema mading 3D yang saya lombakan bersama tim mading MAN Gondanglegi (sekolah Aliyah saya dulu).

Sajakku yang Hilang

Image
Kemana hialngya sajak-sajak itu? Sudah kucari di mana saja tak kutemukan. Sudah kutelusuri jalanan panjang namun tak jua kuketahui keberadaannya. Kemana hilangnya sajak-sajak itu? Telah kukumpulkan sajak-sajak cinta itu sejak puluhan tahun lalu. ketika aku masih mengerti rasanya jatuh cinta. Ketika aku masih merasakan nikmatnya rindu. Ketika aku masih mendengar bising rayuan setan untuk menyentuh dirimu. Sajak yang aku tulis di setiap malam-malam panjang sebari meneguk segelas kopi yang selalu ku sukai aromanya. Di bawah sinar lampu yang kuredupkan, dan headset yang terpasang di telinga mengalunkan nada-nada sendu menghidupkan kerinduan yang menggebu. Di sanalah sajak-sajak itu terlahir. Dari embrio bernama cinta yang aku sendiri tak tahu siapa ayah dan ibunya.

Gadis Cantik Dengan Lika-liku Kehidupannya

Image
Isa (dua dari kanan) bersama teman-temannya :) “Awwaluhu, aku selalu mikir impian itu adalah segalanya. Sebelum aku melewati sekian drama kehidupan ini…”  Isaatus Sa’adah. Dia adalah teman saya semenjak saya masuk XH. Gadis yang akrab dipanggil Isa ini adalah sosok wanita cantik yang kalem dan menawan. Bisa dibilang, dia adalah gadis paling cantik di kelas saya waktu itu.

Yaumul Marhamah, Malam Memupuk Kasih Sayang

Image
Ini Para Penghuni Kamar Khadjah... :* :* Yeya dapat jajan banyak!!! Siapa bilang jadi santri itu kuno? ketinggalan jaman? hanya ngaji, ngaji dan ngaji? Kalau Anda berfikiran seperti itu, berarti Anda masih memiliki pemikiran yang kuno. :D seperti cerita yang akan saya uraikan berikut ini.

Dibalik Sosok Hiperaktif

Image
Sosok teman inspiratif yang akan saya ceritakan kali ini adalah… Choy! Kenal choy kan? Semua warga MANDAGI pasti deh mengena anak asal ampit yang satu ini. Yaps…

Sosok Imut yang “Super”

Image
Teman saya yang akan saya ceritakan kali ini adalah Alvy Arimmatul Hamim. Di MAN Gondanglegi, semua pasti mengenal Alvy. Sosok ciwi ginuk-ginuk yang imutnya minta ampun. :D :D

Almamater baru (Edisi Revisi)

Image
Apa kabar Dunia? Apa Kau masih baik-baik saja hari ini? Lebih baik dari kemarin atau justru memburuk? MABA UM 2016 S1 Bahasa dan Sastra Indonesia PKKMB hari ke-1 Pagi ini tidak ada hal terindah yang bisa ku lihat selain senyum indah di wajah bapakku. Aku sudah hijrah ke pondok pesantren di Kota Malang sejak akhir Juli lalu. karena aku harus masuk PKKMB pukul 6.30, dengan senang hati bapak rela menjemputku dari pondok dan mengantarku ke kampus. Awalnya aku berudsha menolak. Khawatir kalau beliau kelelahan PP setiap pagi Malang – Sidorejo. Tapi, mau bagaimana lagi, beliau memaksa. Aku pun mengiyakan.

Lembar-lembar Terakhir (part 5)

Image
29 Agustus 2013 Hari itu aku ikutan acara perkenalan tim mading 3D. Tim mading 3D itu memang tim bongkar pasang. Bisa dibilang, terbentuknya itu atas dasar langsung ‘comot’dan kita action kalau pas ada lomba aja. Saat itu aku diajak sama Mas Fadhil. Atas dasar apa ya? I don’t know. Mungkin karena aku udah pernah juara mading 3D waktu MTs dulu. Kalau nggak gitu ya rekomendasi dari rekan-rekan :D what everlah.