Pasukan Ratu Kidul yang Mati Diracuni
Sebenarnya sudah lama kudengar tahayul tentang penunggu-penunggu air itu, dan aku sudah sering menceritakannya pula pada bapak. Tapi, aku malah diketawainya sambil berlalu. bapak bilang, tahayul hanya berlaku bagi orang-orang yang memercayainya, dan dia tidak. Makanya dia santai saja berbuat kejahatan di laut tanpa harus takut dikutuk oleh makhluk halus itu. “Bapak sepagi ini mau mencari ikan?” tanyaku heran melihat bapak sudah menyiapkan jala dan perlengkapan mencari ikan. Bapak diam saja, nelayan yang satu itu memang aneh. Nelayan pada umumnya mencari ikan pada malam hari, dan pulang pagi hari. Mereka memanfaatkan angin darat dan angin laut dengan baik. Berbeda dengan ayah yang melawan arah angin. Tak wajar! “Sudahlah, Kau terus menanyaiku setiap pagi, seolah-olah baru kenal aku saja.” Aku hanya diam dan langsung berlalu meninggalkannya. Tujuh belas tahun aku menjadi anak garam. Lahir dizaman nelayan masih menggunakan perahu gethek, tumbuh dizaman orang-orang sudah mengena...