Posts

Showing posts with the label rindu

Panglima

Image
7 TANTANGAN MENULIS - DAY-7   Aku memanggilmu panglima Yang meluluhkan hati tanpa sebilah pedang Melumpuhkan perasaan hanya dengan senyuman Tak pernah ku tahu bagaimana akhirnya bisa jatuh di pelukanmu Sejak perkenalan kita di sebuah dunia yang tak ku tahu sebutannya apa Aku tahu hatiku akan luluh, hanya menunggu waktu Namun hingga musim hujan berganti salju Tak jua ku dapati dirimu di hadapanku Hingga suatu ketika aku bertekad menemuimu Hanya untuk menyampaikan kata rindu Tapi sunggu lidahku keluh Tak dapat lagi mengucap sepatah kata Hanya bahagia yang mendekapku tatkala dirimu di hadapanku Tapi, rupanya itu hanya mimpi panglima, Kita tidak pernah bertemu Raungan rinduku tak pernah menembus hatimu Jeritan tangis dalam penantianku tak pernah menyadarkanmu Aku memanggilmu panglima Yang tak memiliki amunisi untuk memperjuangkan cintanya Karena hatinya telah dikalahkan dunia **** Aku ingin mendapatkan buku terbarunya M. ...

Dua Sisi yang Saling Melengkapi

Image
7 HARI TANTANGAN MENULIS-DAY 2 Orang-orang tahu kami selalu bersama. Dimanapun ada saya, di situ pasti ada Nana. Bagai tumbuk dengan tutup, bagai sepsang sandal yang tak terpisahkan. Aku mengenalnya sebagai gadis bersuara bagus saat kami menjadi siswa baru di salah satu SMP di kotaku. Gadis berperawakan kurus tinggi ini memang sosok yang ramah dan mudah beradaptasi. Dia mengambil hati banyak orang dalam waktu sekejap. Penampilan kami hampir bertolak belakang. Aku gemuk, pendek, dan sangat susah untuk berbaur dengan orang-ornag baru. Tapi, bersama nana aku terasa lengkap, dia menyelamatkanku dari kekauan. Tiga tahun duduk di bangku yang bersebelahan saat SMP, rupanya cukup membuat aku dan Nana semakin dekat. Kami mengikuti banyak ekstrakurikuler yang sama. Mulai dari OSIS, jurnalis, pramuka, Go Green, dan masih banyak lagi. Ketika hendak masuk ke jenjang yang lebih tinggi, sebenarnya kami memiliki pilihan sekolah yang berbeda. Sayangnya, takdir pada akhirnya melemparkan kita ...

Berpetak Umpat Mencintaimu

Image
Aku tergelak Saat suaramu menyembul ke permukaan Panahan matamu menembus titik kuning hatiku Tak ku goyangkan badan ini Tapi kaki ini terus bergetar Pertahananku runtuh Sayatan pisau tajam sekalipun Hanya bisa melukai kulit ariku Tak sampai pada akarnya yang menancap Tak akan berbekas hingga mulut tak lagi berucap Aku dan hatiku Berpetak umpat mencintaimu Kucing-kucingan setengah mati menatapmu Mempertarungkan tatapan Yang tak urung keseriusan Tidakkah kau lihat Ada lukisan cinta di mata ini Ada cairan rindu yang kujaga untuk tak sampai jatuh Dan ada warna kelabu di pupil ini Saat kau buatkan mendung untukku Hentikan sudah cinta ini Jika kau tak mau Bunuh saja rindu ini Jika kau tak tahan lagi Butakan saja mataku Jika melihatmu hanya akan menjadi benalu hidupku 1 November 2013