Posts

Showing posts with the label imajinasi

Sosok Idamanku

Image
7 HARI TANTANGAN MENULIS - DAY-3 Source: Google Jika ditanya karakter seseorang seperti apa yang aku sukai. Pasti baka aku jawab, semua karakter orang itu unik dan membawa kesan sendiri-sendiri. tapi, baiklah akan aku jawab tiga diataranya.

Dua Sisi yang Saling Melengkapi

Image
7 HARI TANTANGAN MENULIS-DAY 2 Orang-orang tahu kami selalu bersama. Dimanapun ada saya, di situ pasti ada Nana. Bagai tumbuk dengan tutup, bagai sepsang sandal yang tak terpisahkan. Aku mengenalnya sebagai gadis bersuara bagus saat kami menjadi siswa baru di salah satu SMP di kotaku. Gadis berperawakan kurus tinggi ini memang sosok yang ramah dan mudah beradaptasi. Dia mengambil hati banyak orang dalam waktu sekejap. Penampilan kami hampir bertolak belakang. Aku gemuk, pendek, dan sangat susah untuk berbaur dengan orang-ornag baru. Tapi, bersama nana aku terasa lengkap, dia menyelamatkanku dari kekauan. Tiga tahun duduk di bangku yang bersebelahan saat SMP, rupanya cukup membuat aku dan Nana semakin dekat. Kami mengikuti banyak ekstrakurikuler yang sama. Mulai dari OSIS, jurnalis, pramuka, Go Green, dan masih banyak lagi. Ketika hendak masuk ke jenjang yang lebih tinggi, sebenarnya kami memiliki pilihan sekolah yang berbeda. Sayangnya, takdir pada akhirnya melemparkan kita ...

Pasukan Ratu Kidul yang Mati Diracuni

Sebenarnya sudah lama kudengar tahayul tentang penunggu-penunggu air itu, dan aku sudah sering menceritakannya pula pada bapak. Tapi, aku malah diketawainya sambil berlalu. bapak bilang, tahayul hanya berlaku bagi orang-orang yang memercayainya, dan dia tidak. Makanya dia santai saja berbuat kejahatan di laut tanpa harus takut dikutuk oleh makhluk halus itu. “Bapak sepagi ini mau mencari ikan?” tanyaku heran melihat bapak sudah menyiapkan jala dan perlengkapan mencari ikan. Bapak diam saja, nelayan yang satu itu memang aneh. Nelayan pada umumnya mencari ikan pada malam hari, dan pulang pagi hari. Mereka memanfaatkan angin darat dan angin laut dengan baik. Berbeda dengan ayah yang melawan arah angin. Tak wajar! “Sudahlah, Kau terus menanyaiku setiap pagi, seolah-olah baru kenal aku saja.” Aku hanya diam dan langsung berlalu meninggalkannya. Tujuh belas tahun aku menjadi anak garam. Lahir dizaman nelayan masih menggunakan perahu gethek, tumbuh dizaman orang-orang sudah mengena...