Tuhan, terima kasih untuk dua tahun berharga yang Kau berikan padaku, Aku sadar, tak semua kebahagiaan membuat hati nyaman, tenang. Tak semua prestasi dan aktualisasi diri membuat seseorang berarti. Dua tahun, waktu yang singkat bagiku. Namun, aku mendapat banyak hal di sana. Teman baru, kehidupan yang baru, guru baru, dan pengalaman yang lebih menarik dari yang aku dapat sebelumnya. Juga kesadaran yang seringkali muncul tanpa ku sadari. Aku telah meraih apa yang aku inginkan selama dua tahun yang singkat itu. Menjadi seorang pimred, memiliki piala, mengikuti LKTI Nasional, menerbitkan karya di media massa, menulis di blog, menjadi aktivis berbagai organisasi, menjadi juara kelas, dan masih banyak lagi. Semua itu nyatanya membuatku merasa hampa. Ada sesuatu yang aku lupakan dan tak sering ku banggakan. Hafalan Al Qur’an. Sebuah mimpi mulia ibuku. Berkat do’anya setiap malam, akhirnya Allah memberiku hidayah untuk menghafalkan Kalam Suci itu. Aku tak tahu dari mana hidayah it...