Posts

Showing posts with the label inspirasi

Kepada Temanku

Image
Selamat pagi, Temanku… Untukmu yang hari ini memulai langkah baru. Apa kabar? Sudah lama rasanya aku tidak menyapamu dengan nada bicara yang ramah. Mendengar dirimu sudah mulai menemukan kehidupanmu yang lebih baik, mataku berbinar-binar. Aku membayangkan dirimu berdiri dengan gagahnya sebagai seseorang yang memiliki kedudukan, berdiri dengan badan tegap penuh percaya diri.

Nurul Furqon Dalam Bingkai Mataku

Image
Banyak kejadian dramatsi akhir-akhir ini membuatku ingin menuliskan banyak hal. Well, tapi bukan itu yang hendak aku tulis di sini. Sedikit aku akan bercerita tentang rumah kedua ku yang tersayang. Nurul furqon.

Sosok Idamanku

Image
7 HARI TANTANGAN MENULIS - DAY-3 Source: Google Jika ditanya karakter seseorang seperti apa yang aku sukai. Pasti baka aku jawab, semua karakter orang itu unik dan membawa kesan sendiri-sendiri. tapi, baiklah akan aku jawab tiga diataranya.

Dua Sisi yang Saling Melengkapi

Image
7 HARI TANTANGAN MENULIS-DAY 2 Orang-orang tahu kami selalu bersama. Dimanapun ada saya, di situ pasti ada Nana. Bagai tumbuk dengan tutup, bagai sepsang sandal yang tak terpisahkan. Aku mengenalnya sebagai gadis bersuara bagus saat kami menjadi siswa baru di salah satu SMP di kotaku. Gadis berperawakan kurus tinggi ini memang sosok yang ramah dan mudah beradaptasi. Dia mengambil hati banyak orang dalam waktu sekejap. Penampilan kami hampir bertolak belakang. Aku gemuk, pendek, dan sangat susah untuk berbaur dengan orang-ornag baru. Tapi, bersama nana aku terasa lengkap, dia menyelamatkanku dari kekauan. Tiga tahun duduk di bangku yang bersebelahan saat SMP, rupanya cukup membuat aku dan Nana semakin dekat. Kami mengikuti banyak ekstrakurikuler yang sama. Mulai dari OSIS, jurnalis, pramuka, Go Green, dan masih banyak lagi. Ketika hendak masuk ke jenjang yang lebih tinggi, sebenarnya kami memiliki pilihan sekolah yang berbeda. Sayangnya, takdir pada akhirnya melemparkan kita ...

Kekuatan Tekad Seorang Abah

Image
Bagi sebagian orang, hanya mengenyam pendidikan hingga bangku SMP akan menjadikan dirinya merasa kecil dan beranggapan akan memiliki masa depan yang gelap, penuh kesusahan dalam kemiskinan. Namun tidak halnya dengan KH. Muhammad Chusaini. Lelaki yang akrab disapa Abah Chusaini justru menuai kebrhasilan dalam hidupnya sekalipun hanya lulus SMP. Terlahir sebagai salah satu putra dari dua belas bersaudara menjadikan dirinya mengalami kekurangan dari segi ekonomi. Setelah lulus SMP NU Malang, beliau membantu orang tuanya berjualan di pasar. Tetapi, kebosanan yang melanda dirinya akhirnya menjadi sebuah batu loncatan untuk memilih mondok dan melanjutkan hidup. “Saya pikir, kalau begini terus saya tidak akan bisa maju.” Saat berusia 19 tahun, suami dari Nyai Hj. Dewi Wardah ini memutuskan untuk nyantri di pondok pesantren Tahfidzil Quran Asy-Syadzili, Pakis. Usahanya dalam menghafal alquran tidaklah main-main sekalipun saat itu usia beliau sudah 19 tahun dan hanya bondo nekat ngapa...

Bekal Kehiudupan Adalah Doa

Image
“ Bayarane tukang iso tah gawe nguliahno arek ?” perkataan itu sering kali menusuk telingaku hingga menghujam jantungku. Aku akui, aku memang anak seorang tukang batu dan penjual bakso kecil-kecilan. Hidup kami serba nge-pas. Tapi, meskipun demikian, orang tuaku memiliki kesadaran yang tinggi akan pendidikan anak semata wayangnya ini. Bagi orang tuaku, tidak penting mereka lulusan apa, asal anaknya bisa menjadi sarjana, bahkan profesor kalau bisa. Mereka juga memiliki pedoman bahwa “Sekolah itu tidak untuk mencari kerja, tapi untuk mencari ilmu. Kalau ingin mencari kerja, tidak usah sekolah. Carilah saja pekerjaan.” Hal itulah yang kemudian memacu semangatku untuk melanjutkan pendidikan. Kalau pun ingin bekerja, rasanya percuma. Aku lulusan aliyah yang tidak mengerti seluk-beluk dunia kerja.

Ini Bukan Puisi, Bukan Pula Sajak Anak-anak

Image
Ini bukan puisi, bukan pula sajak anak-anak. Ini adalah barisan kalimat pelipur lara yang kucoba tuliskan untuk menghibur diri yang dilanda sepi Ini bukan puisi, bukan pula sajak anak-anak. Aku pernah terjangkit cinta, dan terjatuh dalam kubangan cinta yang kubuat sendiri Aku pernah merasa sepi di ujung pagi, Pernah tertawa di dalam luka, pernah bahagia di dalam duka Aku pernah menjadi putri yang dipuja, dipuji, Pun pernah dihina, merana Aku terbiasa berbunga-bunga sekalipun tak ada yang menyirami, Aku terbiasa layu ketika diam-diam lebah menyengatku dengan ganasnya, Aku pernah merasakan semua itu. Ini bukan puisi, bukan pula sajak anak-aanak, Aku pernah merasakan tangis yang tawar hingga nanar Aku pernah berendam dalam kerinduan hingga kedinginan Aku pernah mendekur di atas balkon kebimbangan dan keputusasaan Aku pernah, dan aku terbiasa Namun, entah kenapa kini semua terasa berat, Semua yang ku alami seakan berkali lipat bebannya Entah mengaapa ...

Sajakku yang Hilang

Image
Kemana hialngya sajak-sajak itu? Sudah kucari di mana saja tak kutemukan. Sudah kutelusuri jalanan panjang namun tak jua kuketahui keberadaannya. Kemana hilangnya sajak-sajak itu? Telah kukumpulkan sajak-sajak cinta itu sejak puluhan tahun lalu. ketika aku masih mengerti rasanya jatuh cinta. Ketika aku masih merasakan nikmatnya rindu. Ketika aku masih mendengar bising rayuan setan untuk menyentuh dirimu. Sajak yang aku tulis di setiap malam-malam panjang sebari meneguk segelas kopi yang selalu ku sukai aromanya. Di bawah sinar lampu yang kuredupkan, dan headset yang terpasang di telinga mengalunkan nada-nada sendu menghidupkan kerinduan yang menggebu. Di sanalah sajak-sajak itu terlahir. Dari embrio bernama cinta yang aku sendiri tak tahu siapa ayah dan ibunya.

Gadis Cantik Dengan Lika-liku Kehidupannya

Image
Isa (dua dari kanan) bersama teman-temannya :) “Awwaluhu, aku selalu mikir impian itu adalah segalanya. Sebelum aku melewati sekian drama kehidupan ini…”  Isaatus Sa’adah. Dia adalah teman saya semenjak saya masuk XH. Gadis yang akrab dipanggil Isa ini adalah sosok wanita cantik yang kalem dan menawan. Bisa dibilang, dia adalah gadis paling cantik di kelas saya waktu itu.

At-takrir Chashola Takhsil ~ Pengulangan Membuahkan Hasil

Image
Setiap orang memiliki pilihan sendiri, namun, belum tentu pilihannya itu menjadi kepastian yang diberikan oleh Tuhan. Begitulah kiranya gambaran dari kisah teman saya yang yang satu ini. Yukha Afina Firdausiyah, panggilan akrabnya Yukha atau sebut saja dia Yayuk. Pertama kali mengenalnya ketika kelas X dan kebetulan kita satu bangku. Mulanya, gadis canti asal Turen ini berniat melanjutkan pendidikan SMA nya di Al Munawariyah, yayasan tempat dia sekolah SMP dahulu. Namun, ayahnya justru mendaftarkannya di MAN Gondanglegi. Dia bilang, tidak tahu menahu urusan pendaftaran. “Aku mah nurut aja,” begitu katanya. Begitu masuk di MAN, sama halnya dengan pengalamanku dahulu, dia juga terkejut ditempatkan di XH. The surprised thing yang nggak pernah kita duga sebelumnya.

Lembar-lembar Terakhir (Part Terakhir)

Image
7 Mei 2016 Pengumuman Kelulusan! Hari itu aku sama Nana bener-bener terkejut ketika tahu temen-temen pakai rok seragam warna putih. Kita udah PD aja gitu datang pakai rok bebas, untungnya warnanya sama-sama abu-abu. Kok bisa salah kostum? Kata temen-temen itu pemberitahuannya dadakan, lewat pesan broadcast BBM, sialnya kita sama-sama off BBM. Nggak ada yang sms juga. Sempet worried sih, tapi, yaudahlah. Pikirku, nggak mungkin juga disuruh pulang. Kita bener-bener nggak tahu. Bapak kesiswaan yang baik hati dan penyayang tidak mungkin tega marahin kita yang masih imut-imut ini kan? Hehe :D pokoknya pagi itu sudah cukup bikin mood kita hancur. Jadi, untuk pembelajaran, lain kali kalau sebar info lewat sms juga ya, Kasihan temen-temen Kalian yang nggak on di sosmed. Toleransi berteknologi ya! :D Bibi dan Nana,, Kita nggak salah kostum kok pas wisudah :D Siang hari, pengumuman pun dibagikan. Dag-dig-dug banget lah. Apalagi sebelum amplop dibagikan Bu Muyas sudah bilang kalau nila...

Lembar-lembar Terakhir (part 5)

Image
29 Agustus 2013 Hari itu aku ikutan acara perkenalan tim mading 3D. Tim mading 3D itu memang tim bongkar pasang. Bisa dibilang, terbentuknya itu atas dasar langsung ‘comot’dan kita action kalau pas ada lomba aja. Saat itu aku diajak sama Mas Fadhil. Atas dasar apa ya? I don’t know. Mungkin karena aku udah pernah juara mading 3D waktu MTs dulu. Kalau nggak gitu ya rekomendasi dari rekan-rekan :D what everlah.

Lembar-lembar Terakhir (Part 3)

Image
Aku pernah memiliki impian yang bisa dibilang ambisius dan tak tahu tujuannya apa. Apa itu? Menjadi pimred mandagi. bersama redaktur OASE periode 2013 - 2014 Yaps, percaya nggak percaya, Kalian harus percaya. Dulu, waktu MTs, aku juga wartawan sekolah. Awalnya hanya ikut-ikutan temen sekelas. Jurnalistik itu apa aku juga tidak tahu menahu. Pokoknya waktu itu di kelas banyak yang ikut, ya udah aku ikut. Tapi, siapa sangka justru yang ikut-ikutan ini jadi kecantol beneran. Di tengah perjalanan, banyak temenku yang mengundurkan diri, hingga akhirnya saat kelas delapan, aku terpilih jadi pimred (karena nggak ada lagi yang bisa dipilih :D)

Lembar-lembar Terakhir (Part 2)

Image
MAN GONDANGLEGI, Juli 2014 Siswa kelas X yang naik kelas XI berebut melihat papan pengumuman yang terpasang di mading sebelah UKS pagi itu. Begitu pula dengan diriku, saat itu aku berlari bersama Yukha untuk melihat berada di jurusan apa nama kita. Sesuai harapan, aku diterima di jurusan bahasa. Dari XH, hanya aku saja yang berada di sana. Teman-temanku yang lain ada di jurusan IPS, Agama, dan sebagian besar di IPA. Yukha, teman sebangkuku - yang mulai aku sayangi - masuk IPA 1, aku masih ingat betul betapa ekspresinya menggambarkan keraguan. Seperti sebuah ketakutan untuk memasuki jurusan barunya. Dia pernah bilang padaku bahwa dia berharap bisa masuk jurusan IPS, meskipun di pilihan pertamanya adalah IPA. But , takdir berkata lain, dia harus menjalani hari-hari berikutnya di kelas IPA 1. Hari itu juga, kita berpelukan menangis mengucapkan kata perpisahan, dan saling mendoakan semoga kita nyaman berada di kelas baru kita. Selamat tinggal XH, selamat tinggal teman-teman, selamat...

Lembar-lembar Terakhir (Part 1)

Image
MAN Gondanglegi, 1 April 2016 Setiap sesuatu yang dimulai, pasti akan menemui akhir, dan aku rasa. Hari ini buku-buku ceritaku mulai memasuki halaman-halaman terakhir. Pagi ini, bersama teman-temanku kelas XII, dan beberapa guruku, kami mengenang kebersamaan kami selama bersekolah di MAN Gondanglegi. Menyuarakan kesan masing-masing, dan terisak mengenang perjalanan dan kebersamaan yang begitu panjang.

Mengais Keberuntungan di Depan Toilet Stadion Kanjuruhan

Image
DOKUMENTASI : Bu Sri Dibalik kesan meriah dan menguntungkan di KSD, ada seorang ibu tua yang menggantungkan hidupnya pada lembaran lima puluh ribu rupiah yang ia dapat di Kanjuruhan Sport Day setiap minggunya. Ialah Ibu Sritianti, warga Kecamatan Ngajum yang berprofesi sebagai penjaga toilet umum di sebelah pos keamanan sebelah barat Stadion Kanjuruhan. Ibu berusia 59 tahun ini telah menggeluti pekerjaan tersebut selama 3 tahun. Ia berjaga mulai Sabtu pagi hingga Minggu sore. Ibu Sri adalah salah satu dari sekian banyak orang-orang lanjut usia yang menjadi penjaga toilet umum. “Saya itu di sini buruh. Saya diminta bos saya untuk bekerja menjaga toilet ini Sabtu dan Minggu. Ya, lumayanlah Nduk daripada diam di rumah,” jelas Bu Sri ketika ditanya tentang bagaimana ia mendapatkan pekerjaan itu. Setiap selesai berjaga, ia harus menyerahkan uang hasil berjaga di toilet kepada majikannya. Barulah ia akan mendapat upah dari kerjanya. Jika uang hasil pengunjung toilet berjumlah b...